Sebongkah Letih

Letih ini menghimpitku
antara segempal atau sehasta
tak beraturan terurai mengacak nadi
bibir membiru aku keracunan
letih… teramat letih

Mengapa tak mendebat?
Mengapa cuma diam?
Mengapa cuma hening saat dirimu dipaksa?
Takutkah?

Teramat lama…
Letih yang terus berdenyut dari awal kehidupan
Setelah mati ribuan kali dan hidup ribuan
Letih itu tetap tersimpan di tempat yang sama

Tuhan,
kapan kau hancurkan dunia ini?
Hingga letih pun hancur
bersama dunia yang terhapus.

3 thoughts on “Sebongkah Letih

  1. k 17 Mei 2008 pukul 7:42 pm

    No Comment!

    Ajo!!

    Dikit2 bersedih..

    Dikit2 bersedih..

    Bersedih kok dikit2??!!

  2. rifkaaaa 22 Mei 2008 pukul 7:34 am

    Hayolah kawan,,,
    ada yang lebih letih dari kau…🙂

  3. Muhammad Baiquni 22 Mei 2008 pukul 1:09 pm

    yee… kan ini perasaan beni rif. HAK PROGREORATIF BENI DONK !!!

    hehehe… (^_^)V

    btw-btw, emang beni letih banget riff, dengan semuanya. Mungkin memang beni yang lemah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: