Tanpa Arti

Bagi dunia, aku bukan apapun.
Bagi seseorang, aku bukan siapapun.
Bagimu, aku ini apa?

Tak pernah ada manusia yang menganggapku lebih atau berarti. Aku ini seperti sampah, dibuang saat tak lagi dibutuhkan. Atau seperti anjing. Atau lebih buruk dari itu.

Lihatlah, berapa dari mereka yang menganggapku berarti? Bahkan seseorang yang aku merasa dia mencintaiku dan aku mencintainya, dia menganggapku tak lebih dari seorang penganggu.

Begitu burukkah aku?

Apa tak cukup arti sebuah kesetiaan? Apa tak cukup arti beribu pengorbanan? Lalu mau-mu apa?

Aku adalah tak berarti. Aku bukan siapapun untuk mampu mengubah apapun. Bagai sehembus nafas, menjadi terlupa saat hembus berikut. Menjadi sesuatu yang wajib untuk ditinggalkan setelah semua hal yang terjadi. Menjadi sesuatu yang wajib untuk dilupakan setelah semua terekam mindala.

Aku ini seperti sebongkah batu. Seperti berhala yang pantas untuk ditumpas. Berhala busuk yang tak ada arti, bukan seperti sesembahan kaum pagan yang menjulang dalam kuil-kuil gemerlap yang dikerubuti ribuan.

Pernahkah kamu memperhatikan sampah? Teronggok kaku tak tersentuk setelah segala manis habis ditelan, menjadi sepah yang tak pantas ada bahkan untuk sekedar dikenang.

Aku bukan apapun untuk siapapun. TANPA ARTI.

6 thoughts on “Tanpa Arti

  1. Aulia 2 Mei 2008 pukul 9:29 pm

    engkau adalah jiwa yang selalu menemami hari-hari ku…
    bukankah itu bisa lebih berarti!

  2. fl3xu5 2 Mei 2008 pukul 9:53 pm

    Ini Curhat ato cerita ? hehehe…

    sante aja bro Be Your SelF aje

  3. aik 2 Mei 2008 pukul 10:05 pm

    cuma satu kata..
    gw udah gak ngenalin lo lagi ben..
    gw pengen banget ketemu beni gw yang dulu lagi..

  4. Muhammad Baiquni 2 Mei 2008 pukul 10:08 pm

    Aik, mungkin gw dah berubah. Gw dah tersedot ke dunia yang aneh banget. Dunia dimana gw bukan lagi gw seutuhnya.

    Hidup dalam lamunan-lamunan. Hidup dalam kebohongan-kebohongan.

    Sebenarnya bukan dusta, cuma gw ga ngerti bagaimana memaknai perasaan gw ini. Gw ga mampu menjelaskan. Itu aja

  5. Arie plenuk 4 Mei 2008 pukul 12:42 am

    hihi.. lg masuk masa puber x ben..

    saran aja ni ya..

    hidup ini jgan dibuat rumit. biasa aja..

    berjalan dengan apa adanya…

    jgn terlalu muluk2.

  6. ijal 4 Mei 2008 pukul 3:25 pm

    sepakat ma arie plenuk

    hidup ini harus dibawa positif

    kebahagiaan akan tercapai ketika kita bersyukur n merasa cukup

    pola pikir sangat menentukan suasana hati kita

    bersyukurlah..
    “nikmat Tuhan mana lagi yang kamu ingkari”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: