Posted by: Muhammad Baiquni on: 18 November 2008
Hidup baru saja memberi pelajaran baru padaku beberapa hari yang lalu, pelajaran; kesombongan dan penghargaan. Suatu pelajaran yang memang awalnya agak mengusik namun setelah kurenungkan mampu memberikanku pengalaman baru, konsepsi dasar manusia.
Jika manusia merasa statusnya meningkat, maka di sana akan timbul sikap ingin dihargai dan sekelumit kesombongan. Aku mengatakan sekelumit kesombongan karena aku sendiri tidak [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 1 Agustus 2008
Tiba-tiba Tuhan berdirikan aku di hamparan ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, trilyunan kerikil. Seperti padang pasir yang mahaluas, tetapi ini bukan pasir, ini adalah kerikil-kerikil.
Tuhan memintaku berjalan sesanggup yang aku bisa, tak ada paksaan, tak ada celaan. Dia hanya ingin melihat sampai batas mana kesanggupanku. Dan berapapun kesanggupanku, dia selalu tersenyum. Ini yang terkadang membuat aku [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 12 Juli 2008
Tadi waktu final KONSEP TEKNOLOGI aku melihat sekeliling. Bagaimana sesama mahasiswa saling mencontek dan memberikan contekan. Soalnya tidak sulit, hanya berpikir dengan nalar. Namun mereka merasa ragu dengan jawaban mereka sendiri.
Jauh ke belakang aku menghubungkan kejadian hari ini dengan kejadian yang lain. Akhirnya aku mampu mengambil pelajaran:
“Manusia menjadi peragu saat menjawab sebuah pertanyaan namun menjadi [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 6 Juli 2008
Setelah lama ga ngeblogs di sini, akhirnya aku umumkan bahwa blogs ku pindah alamat ke HTTP://WWW.BAIQUNI.NET
JANGAN LUPA YAA… KUNJUNGI BLOGSKU YANG MASIH DI UPDATE DI SANA.
CHAYYOOO
Posted by: Muhammad Baiquni on: 29 Juni 2008
“Sumpah, baru kali ini aku menemukan cowo seperti loe Ben.” Sahabatku tiba-tiba berkata demikian saat kami sama-sama sedang menikmati sensasi ketinggian dari puncak gunung, saat kami sama-sama sedang duduk-duduk di tepi jurang.
”Emang kenapa dengan gw sahabat?” Tanyaku tak mengerti.
”Loe tuh tukang khayal! Dan khayalan loe tuh terlalu jauh. Jauh banget!” Lanjutnya.
”Aku?” Tanyaku menegaskan. ”Aku pengkhayal?”
”Yoha… [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 28 Mei 2008
Ben, lihatlah lautan ini. Airnya begitu biru, begitu banyak dengan buih yang membasahi pantai. Negeri ini seolah tidak akan pernah kering.
Laut? Aku tidak mampu melihat laut yang engkau ceritakan itu sahabat. Aku tidak melihatnya.
Yang kulihat hanyalah safana. Safana yang maha luas. Safana yang sepi, hanya ada semilir angin yang menggoyang rumput-rumput, dan gemerisik daun yang [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 2 Mei 2008
Bagi dunia, aku bukan apapun.
Bagi seseorang, aku bukan siapapun.
Bagimu, aku ini apa?
Tak pernah ada manusia yang menganggapku lebih atau berarti. Aku ini seperti sampah, dibuang saat tak lagi dibutuhkan. Atau seperti anjing. Atau lebih buruk dari itu.
Lihatlah, berapa dari mereka yang menganggapku berarti? Bahkan seseorang yang aku merasa dia mencintaiku dan aku mencintainya, dia menganggapku [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 4 April 2008
Biarkan aku berjalan diantara tebing-tebing curam, mendaki gunung-gunung tertinggi hingga batas awan tertembus. Biarkan aku menyelami laut-laut terdalam hingga mutiara terindah kan kumiliki. Biarkan aku terbang di ufuk angkasa, hingga aku mengerti hingga batas mana luas jagat raya.
Dan aku berjalan secepat cahaya berjalan.
Dan aku berhembus seperti hembusan angin-angin muson.
Dan aku terbang layaknya elang diantara jejaring [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 4 April 2008
Biarkan aku berjalan diantara tebing-tebing curam, mendaki gunung-gunung tertinggi hingga batas awan tertembus. Biarkan aku menyelami laut-laut terdalam hingga mutiara terindah kan kumiliki. Biarkan aku terbang di ufuk angkasa, hingga aku mengerti hingga batas mana luas jagat raya.
Dan aku berjalan secepat cahaya berjalan.
Dan aku berhembus seperti hembusan angin-angin muson.
Dan aku terbang layaknya elang diantara jejaring [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 14 November 2007
Menurutmu, langit mana yang paling indah? Langit pagi atau langit malam.
Langit malam!
Mengapa?
Suka ajah, saat gelap menyapu cakrawala di sana berjejal milyaran bintang. Momen yang indah. Tak seperti pagi, sinarnya terang menyapu benderang bintang. Pada saat itu pagi hanya memiliki satu bintang, matahari. Matahari terlalu sombong, berdiri absolut tanpa ingin diganggu. Aku tidak suka.
Bukankah saat pagi [...]
Komentar Terakhir