Arsip untuk kategori ‘discussion’
ABC: Blogging for Education
Hari ini, 1 November 2008 adalah hari ulang tahun Aceh Blogger. Untuk merayakan hari jadi tersebut kami berencana membuat sebuah bakti untuk Aceh, yaitu mengadakan pelatihan blogging bagi siswa-siswi SMU seluruh Banda Aceh dan Aceh Besar. Rencana awal, pelatihan tersebut akan diadakan bertepatan pada tanggal 1 November, namun karena sesuatu dan lain hal maka dengan amat terpaksa acara tersebut diundur menjadi tanggal 15-16 November 2008.
Kami mengangkat sebuah tema: Blogging for Education.
Pemilu Aceh Di Bawah Ancaman
Habis shalat subuh, di meja ruang tamu aku lihat ada koran Kontras No. 461 Tanggal 30 Oktober – 5 November 2008. Awalnya saya tertarik karena ada berita tentang Syech Puji, seorang yang mengaku kiai yang menikah dengan anak berumur 12 tahun.
Kebiasaan, saya selalu membaca koran atau majalah dari halaman belakang. Dari halaman belakang memang saya temui berita tentang Syech Puji tersebut. Menarik juga membaca kegiatan yang dilakukannya, dan mengatasnamakan Agama sebagai legitimasi tindakan.
Namun begitu menuju ke depan, saya menemukan berita tentang “Pemilu Di Bawah Ancaman“. Lagi-lagi kader PKS diintimidasi oleh kader-kader partai lain.
Mengapa Aku Malas Infak
Akhir-akhir ini aku malas infak.
Bukan apa-apa, tapi sepertinya kok di Banda Aceh ini semakin banyak saja pengemis. Dan rasanya mengemis itu bukan lagi suatu yang memang dilakukan karena terpaksa, namun sudah menjadi pekerjaan tersendiri.
Jangan salah, omset mengemis itu satu bulan lebih tinggi daripada gaji seorang PNS.
Kadang aku kecewa dengan para pengemis. Mereka sepertinya tidak sadar, akibat kebanyakan dari mereka yang mengemis untuk pekerjaan telah membuat banyak orang menjadi apatis dengan kemiskinan. Paling tidak contohnya aku.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
Berbaik-baiklah kamu terhadap umat manusia, walau kebanyakan dari mereka bukanlah makhluk yang baik. Bersikap lemah-lembutlah kamu dan tahanlah amarahmu kepada mereka walau terlalu banyak dari mereka yang membuatmu ingin menengadah tangan ke langit meminta bencana segera ditimpakan. Maka bersabarlah.
Mari kita mengevaluasi diri, setelah Ramadhan singkat yang kita lalui, status sebagai apakah yang kita sandang? Sang pemenang atau sang pecundang.
Apakah setelah Ramadhan ini kita lebih bersikap hati-hati? Apakah kita telah mampu melatih emosi kita? Apakah kita masih seperti yang dulu atau lebih buruk lagi!
Teruntuk Mujahidku
Aku mendapatkan tulisan ini dari blogsnya rifka. Waktu aku ingin menyelesaikan tulisan Lelaki Abu-abu, tulisan ini rencananya akan kujadikan pendamping tulisanku tersebut, tetapi sayang… ide awal Lelaki Abu-abu abortus di tengah jalan hingga aku kehilangan eksistensi ide awal tulisannya.
Tulisan Lelaki Abu-abu yang kalian lihat itu sebenarnya tidak mengandung ide awal yang ingin kuceritakan. Namun waktu yang terlalu lama membekukannya membuatku terlupa apa sebenarnya yang ingin ku persembahkan dari narasi Lelaki Abu-abu itu.
Semoga tulisan yang kuambil dari http://rifkaaaa.blogspot.com/2008/07/teruntuk-mujahidku.html bisa memberi sedikit arah sebenarnya yang telah lama terlupa itu.
Terima kasih untuk rifka yang telah mengijinkan aku mengutip buah tanganmu ini. Terima kasih, dan selamat membaca…
Memilih Kerikil Yang Terbaik
Tiba-tiba Tuhan berdirikan aku di hamparan ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, trilyunan kerikil. Seperti padang pasir yang mahaluas, tetapi ini bukan pasir, ini adalah kerikil-kerikil.
Tuhan memintaku berjalan sesanggup yang aku bisa, tak ada paksaan, tak ada celaan. Dia hanya ingin melihat sampai batas mana kesanggupanku. Dan berapapun kesanggupanku, dia selalu tersenyum. Ini yang terkadang membuat aku jengkel, mengapa tidak pernah memarahi dan mengapa harus selalu senyum. Mungkin untuk itu, aku akan segera menemukan jawabannya.
Aku berjalan di atas kerikil-kerikil tajam. Tuhan memintaku mengambil kerikil-kerikil tersebut, memilahnya, dan menyimpan kerikil yang terbaik.
Sungguh, ada begitu banyak kerikil dalam jutaan ragam dan bentuk. Terkadang ada yang begitu indah dari luar namun rapuh dari dalam, terkadang ada yang begitu kokoh namun kusam, ada yang standar, ada yang begitu berharga.
Tuhan tidak memintaku menyimpan yang terbagus, tidak memintaku menyimpan yang terkuat, tetapi memintaku menyimpan yang terbaik. Yang terbaik menurutku.
Baca entri selengkapnya »
Blogs ku pindah
Setelah lama ga ngeblogs di sini, akhirnya aku umumkan bahwa blogs ku pindah alamat ke HTTP://WWW.BAIQUNI.NET
JANGAN LUPA YAA… KUNJUNGI BLOGSKU YANG MASIH DI UPDATE DI SANA.
CHAYYOOO
Berpikir Dengan Sudut Pandang Berbeda
Datul…
Aku pernah menulis dia dalam beberapa episode kehidupanku. Menuliskan betapa aku mencintainya hingga detik ini. Terkadang aku mengerti, terlalu memperhatikan dan terlalu mengacuhkan bisa menjadi petaka dan prahara. Aku salah.
Terkadang aku berpikir, apakah ada pria lain yang mampu sepertiku? Memandangnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Menatapnya kapan dia sakit dan kapan dia bahagia. Memandangnya tanpa jemu tanpa jeda. Memberikan perlindungan. Lagi-lagi aku salah.
Dulu aku pernah bertanya, “Aku tidak dewasa, bagaimana?”
“Cukuplah kamu, aku tidak membutuhkan yang dewasa.”
“Apa yang kau inginkan?” Tanyaku.
“Sebuah cinta yang tulus.” Katanya sembari tertawa kecil.
Baca entri selengkapnya »
Bahasa Langit
Menurutmu, langit mana yang paling indah? Langit pagi atau langit malam.
Langit malam!
Mengapa?
Suka ajah, saat gelap menyapu cakrawala di sana berjejal milyaran bintang. Momen yang indah. Tak seperti pagi, sinarnya terang menyapu benderang bintang. Pada saat itu pagi hanya memiliki satu bintang, matahari. Matahari terlalu sombong, berdiri absolut tanpa ingin diganggu. Aku tidak suka.
Bukankah saat pagi kau akan menemukan awan? Dan burung di angkasa dengan kepak sayap mereka yang kokoh dan kekar. Pernah melihat saat elang membungkus langit? Atau saat awan memutih seperti salju, atau saat tak ada awan ketika langit benar-benar biru.
Baca entri selengkapnya »
Bahasa Langit
Menurutmu, langit mana yang paling indah? Langit pagi atau langit malam.
Langit malam!
Mengapa?
Suka ajah, saat gelap menyapu cakrawala di sana berjejal milyaran bintang. Momen yang indah. Tak seperti pagi, sinarnya terang menyapu benderang bintang. Pada saat itu pagi hanya memiliki satu bintang, matahari. Matahari terlalu sombong, berdiri absolut tanpa ingin diganggu. Aku tidak suka.
Bukankah saat pagi kau akan menemukan awan? Dan burung di angkasa dengan kepak sayap mereka yang kokoh dan kekar. Pernah melihat saat elang membungkus langit? Atau saat awan memutih seperti salju, atau saat tak ada awan ketika langit benar-benar biru.
Baca entri selengkapnya »
