Posted by: Muhammad Baiquni on: 1 November 2008
Hari ini, 1 November 2008 adalah hari ulang tahun Aceh Blogger. Untuk merayakan hari jadi tersebut kami berencana membuat sebuah bakti untuk Aceh, yaitu mengadakan pelatihan blogging bagi siswa-siswi SMU seluruh Banda Aceh dan Aceh Besar. Rencana awal, pelatihan tersebut akan diadakan bertepatan pada tanggal 1 November, namun karena sesuatu dan lain hal maka [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 31 Oktober 2008
Habis shalat subuh, di meja ruang tamu aku lihat ada koran Kontras No. 461 Tanggal 30 Oktober – 5 November 2008. Awalnya saya tertarik karena ada berita tentang Syech Puji, seorang yang mengaku kiai yang menikah dengan anak berumur 12 tahun.
Kebiasaan, saya selalu membaca koran atau majalah dari halaman belakang. Dari halaman belakang memang saya [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 29 Oktober 2008
Akhir-akhir ini aku malas infak.
Bukan apa-apa, tapi sepertinya kok di Banda Aceh ini semakin banyak saja pengemis. Dan rasanya mengemis itu bukan lagi suatu yang memang dilakukan karena terpaksa, namun sudah menjadi pekerjaan tersendiri.
Jangan salah, omset mengemis itu satu bulan lebih tinggi daripada gaji seorang PNS.
Kadang aku kecewa dengan para pengemis. Mereka sepertinya tidak sadar, [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 2 Oktober 2008
Berbaik-baiklah kamu terhadap umat manusia, walau kebanyakan dari mereka bukanlah makhluk yang baik. Bersikap lemah-lembutlah kamu dan tahanlah amarahmu kepada mereka walau terlalu banyak dari mereka yang membuatmu ingin menengadah tangan ke langit meminta bencana segera ditimpakan. Maka bersabarlah.
Mari kita mengevaluasi diri, setelah Ramadhan singkat yang kita lalui, status sebagai apakah yang kita sandang? Sang [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 29 September 2008
Aku mendapatkan tulisan ini dari blogsnya rifka. Waktu aku ingin menyelesaikan tulisan Lelaki Abu-abu, tulisan ini rencananya akan kujadikan pendamping tulisanku tersebut, tetapi sayang… ide awal Lelaki Abu-abu abortus di tengah jalan hingga aku kehilangan eksistensi ide awal tulisannya.
Tulisan Lelaki Abu-abu yang kalian lihat itu sebenarnya tidak mengandung ide awal yang ingin kuceritakan. Namun waktu [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 1 Agustus 2008
Tiba-tiba Tuhan berdirikan aku di hamparan ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, trilyunan kerikil. Seperti padang pasir yang mahaluas, tetapi ini bukan pasir, ini adalah kerikil-kerikil.
Tuhan memintaku berjalan sesanggup yang aku bisa, tak ada paksaan, tak ada celaan. Dia hanya ingin melihat sampai batas mana kesanggupanku. Dan berapapun kesanggupanku, dia selalu tersenyum. Ini yang terkadang membuat aku [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 6 Juli 2008
Setelah lama ga ngeblogs di sini, akhirnya aku umumkan bahwa blogs ku pindah alamat ke HTTP://WWW.BAIQUNI.NET
JANGAN LUPA YAA… KUNJUNGI BLOGSKU YANG MASIH DI UPDATE DI SANA.
CHAYYOOO
Posted by: Muhammad Baiquni on: 29 Juni 2008
Datul…
Aku pernah menulis dia dalam beberapa episode kehidupanku. Menuliskan betapa aku mencintainya hingga detik ini. Terkadang aku mengerti, terlalu memperhatikan dan terlalu mengacuhkan bisa menjadi petaka dan prahara. Aku salah.
Terkadang aku berpikir, apakah ada pria lain yang mampu sepertiku? Memandangnya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Menatapnya kapan dia sakit dan kapan dia bahagia. Memandangnya [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 14 November 2007
Menurutmu, langit mana yang paling indah? Langit pagi atau langit malam.
Langit malam!
Mengapa?
Suka ajah, saat gelap menyapu cakrawala di sana berjejal milyaran bintang. Momen yang indah. Tak seperti pagi, sinarnya terang menyapu benderang bintang. Pada saat itu pagi hanya memiliki satu bintang, matahari. Matahari terlalu sombong, berdiri absolut tanpa ingin diganggu. Aku tidak suka.
Bukankah saat pagi [...]
Posted by: Muhammad Baiquni on: 14 November 2007
Menurutmu, langit mana yang paling indah? Langit pagi atau langit malam.
Langit malam!
Mengapa?
Suka ajah, saat gelap menyapu cakrawala di sana berjejal milyaran bintang. Momen yang indah. Tak seperti pagi, sinarnya terang menyapu benderang bintang. Pada saat itu pagi hanya memiliki satu bintang, matahari. Matahari terlalu sombong, berdiri absolut tanpa ingin diganggu. Aku tidak suka.
Bukankah saat pagi [...]
Komentar Terakhir