DIARY of muhammad baiquni

Archive for the ‘cerita hati’ Category

Surat Untuk Yang Tersakiti

Posted by: Muhammad Baiquni on: 20 November 2008

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti.
Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini.

Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti,
Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu [...]

Kesombongan Dan Penghargaan

Posted by: Muhammad Baiquni on: 18 November 2008

Hidup baru saja memberi pelajaran baru padaku beberapa hari yang lalu, pelajaran; kesombongan dan penghargaan. Suatu pelajaran yang memang awalnya agak mengusik namun setelah kurenungkan mampu memberikanku pengalaman baru, konsepsi dasar manusia.
Jika manusia merasa statusnya meningkat, maka di sana akan timbul sikap ingin dihargai dan sekelumit kesombongan. Aku mengatakan sekelumit kesombongan karena aku sendiri tidak [...]

Lelaki dan Cinta

Posted by: Muhammad Baiquni on: 13 November 2008

Lelaki itu nge-BUZZ Yahoo Messenger ku. Aku kira ada apa, mungkin kami akan membangun topik lagi tentang pergerakan-pergerakan Islam, atau tentang sikap kritis dia mengenai partai yang menginjak ranah kampus akhir-akhir ini. Atau tentang Tarbiyah dan masa depannya.
Ternyata tidak. Kali ini kami berbicara tentang cinta.
Lelaki itu sedang jatuh cinta, sekaligus patah hati. Wanita yang dia [...]

Bahkan Lelaki Pun Menangis

Posted by: Muhammad Baiquni on: 10 November 2008

Bahkan lelaki pun menangis…
Barusan aku membaca blognya Rifka, ternyata dia baru saja mencoba menulis sebuah cerita. Judulnya Jangan Lagi Satria*.
Membaca ceritanya aku seperti membaca masa laluku, tentunya dengan tokoh, karakter, setting, dan alur yang berbeda namun memiliki garis besar yang identik. Sebuah pengakuan masa lalu yang ingin ku kubur dalam-dalam. Sebuah corengan dimukaku.
“Dan janganlah kamu [...]

Lelaki Abu-abu

Posted by: Muhammad Baiquni on: 29 September 2008

Aku bukan pria yang baik. Aku tidak putih namun tidak juga hitam. Aku tidak berada di kiri namun bukan berarti aku ada di kanan. Aku di tengah-tengah. Aku, lelaki abu-abu.
Temanku pernah mendebatku tentang ini. Katanya, ”Ben, tidak ada yang namanya kaum tengah. Yang ada adalah kiri atau kanan, kebaikan atau keburukan. Nanti jika dihisap kelak, [...]

Bukan Urusanmu Bukan Urusanku

Posted by: Muhammad Baiquni on: 19 September 2008

Pacar someone who you know lah tiba-tiba meneleponku.
Baru bangun, dipaksa ngerjain sertifikasi guru oleh mamak, sedang ngenet, tiba-tiba aku di telepon.
“Kamu masih ingat aku?” tanya seseorang di seberang sana.
“Hah.. siapa?” Aku balik tanya saat sedang terkantuk-kantuk.
“Sedang apa?” Tanyanya lagi.
“Oh, sedang buat sertifikasi mamak.” Jawabku sekena.
“Ini aku, sang pangeran. Itu si nisa.” Katanya membahana membuatku tercekat, [...]

Ta’aruf

Posted by: Muhammad Baiquni on: 15 September 2008

Tadi aku baru bercerita tentang seseorang kepada kakakku. “Nda, menurut Anda jika seorang wanita pulang malam-malam jam 10.30 dengan seorang lelaki kira-kira apa pandangan Anda?” tanyaku.
Anda itu emang nama panggilan kakakku, aslinya bernama Nurbariah. Dia kakak kedua ku. Kami semua berempat; kak Iti (Nurfitriani), Anda (Nurbariah), kak Iir (Irhami), dan aku (Muhammad Baiquni).
“Ga bagus. Masa [...]

Yang Kalah dan Tersungkur

Posted by: Muhammad Baiquni on: 10 September 2008

Berbeda… ini berbeda. Kali ini sungguh berbeda…
Aku seolah menjelma menjadi prajurit kalah perang. Prajurit-prajurit yang tersungkur, setelah lelah kalah melawan nafsu mereka sendiri. Tidak cuma kalah, aku pun menderita, tersiksa, dan tersungkur.
Gontai, lemah… itu aku.
Ramadhan yang dulu pun aku tidak se-tersungkur ini. Bahkan aku masih memiliki sisa-sisa kekuatan walau seminggu kemudian aku seperti tak tersisa [...]

Bergetar Ia dan Segalanya Bergetar

Posted by: Muhammad Baiquni on: 6 September 2008

Bergetar hatiku amat hebat, berdebar kencang tak menentu saat pumbuluh menyempit, aliran darah menjadi begitu kencang, mengguncang nadi. Tuhan, mengapa ini kembali terjadi?
Aku jatuh cinta…
Entahlah, aku tidak mengerti apakah ini cinta atau hanya kekaguman biasa. Namun yakinlah wahai seseorang yang sedang kucintai, ku pastikan engkau tidak akan pernah mengetahui betapa aku mencintaimu. Tak akan kembali [...]

Seseorang itu…

Posted by: Muhammad Baiquni on: 29 Agustus 2008

Tadi pagi, kira-kira jam 3.00 WIB aku telpon Apip, dia Sang Novelis Yusaku yang pernah kuceritakan itu.
Entah kenapa, akhir-akhir ini aku suka aja menelepon si Apip. Aku biasanya nelepon dia malam-malam, hitung-hitung saling membangunkan tahajud. Hehehe…
Aku kagum pada karakter Apip, dia seseorang yang kuanggap tangguh, dan luar biasa. Walau tidak mengaku akhwat, namun amat sangat [...]


 

November 2009
S S R K J S M
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 14,496 hits